Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan
klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di SYEKHERMANIA LASKAR PURWOREJO
KISAH SANTRI SUKSES

"Ngooong. Doaarrr. Brakkk...," terdengar suara sangat keras di luar masjid al-Hikmah, di desaku saat aku menunaikan sholat isya berjamaah. Serentak, semua jamaah terlihat kaget. Begitu usai sholat, aku dan para jamaah yang lain berhamburan lari ke luar masjid mencari tahu asal suara keras tadi. Hampir semua para jamaah meninggalkan dzikir ba'da sholat yang biasanya diikutinya. Di dalam masjid tinggallah imam masjid, Kyai Ilyas sendirian. Sesampainya di luar, di lokasi sumber suara tadi, aku sangat terkejut.
"Astaghfirullah!!!!"
Sesosok lelaki berusia sekitar 17 tahun tergeletak penuh darah di jalan, di samping masjid. Bau menyengat minuman keras di lokasi, menutupi bau anyir darah yang keluar dari dalam tubuhnya. Di sekitar orang itu terdapat pecahan botol minuman keras. Lima meter ke timur dari orang tersebut, ada sepeda motor yang rusak parah. Sepertinya motor itu baru saja menabrak tiang listrik di sebelahnya, dengan kerasnya. Semua orang yang melihat, mengerubungi sesosok lelaki yang sedang terluka mengenaskan itu. Tidak lama kemudian, terdengar suara sirine ambulan. Setelahnya, semua orang pergi meninggalkan tempat kejadian. Sepi....
Aku bergegas pulang selepas melihat apa yang baru saja terjadi di luar masjid itu. Aku berlari menuju rumah yang tidak jauh dari masjid. Begitu sampai di rumah, aku langsung masuk ke kamarku. Peristiwa tersebut benar-benar mengganggu perasaanku. Perasaan ngeri mengusik malamku. Sampai waktu shubuh, aku belum bisa memejamkan mataku.
Mendengar adzan shubuh, sebagaimana biasanya, aku pergi ke masjid. Kebiasaan ini berlangsung semenjak kelas 1 SD, mengikuti ayahku yang rajin sholat berjamaah di masjid. Kini, aku sudah bisa menikmati dengan berangkat ke masjid sendiri, tanpa di dampingi ayahku yang telah meninggal dua tahun yang lalu.
Aku mengikuti sholat berjamaah dengan khusu'. Tubuhku merinding. Bulu kudukku berdiri saat aku mengerjakan sholat. Aku merasa, sholat kali ini tidak sebagaimana biasanya. Ada hawa yang membuatku kurang nyaman, kurang tenang. Suhu dingin pagi ini tidak kurasakan. Selepas sholat, aku justru merasa gelisah dan dahiku mengeluarkan keringat dingin. Aku pulang dari masjid seusai mengikuti dzikir ba'da sholat. Dalam perjalanan pulang menuju rumah, dari masjid terdengar pengumuman lewat speaker, apabila ada berita duka di RT-ku, ada seseorang yang meninggal dunia. Persisnya di rumah H. Mardzuki. Lagi-lagi aku gelisah. Pemberitahuan itu membuat diriku gemetar, mengingatkanku pada kejadian tadi malam.
Masih dalam selimut kegelisahan, tatkala matahari berada di posisi setinggi tombak, memasuki waktu dhuha, aku mendengar cerita dari rekan-rekanku apabila anaknya H. Mardzuki yang sedang duduk di kelas II SMA, si Anton, meninggal karena kecelakaan tadi malam dengan keadaan mabuk. Mendengar cerita tersebut, aku yang baru beberapa hari lalu menyelesaikan ujian nasional sekolah dasar, merasakan kekhawatiran pada diriku sendiri. Aku takut akan mengalami kejadian serupa, mati membawa murka Tuhan. Lirih hatiku mengucap,
"Allahumma inniy audzu bi kamil adza bilqobri wa min adza bin nari jahannam, wamin fitnatil mahya wal mamat....
Peristiwa kematian itu benar-benar membuatku sangat ketakutan. Kematian yang menurutku begitu mengenaskan dan membawa murka Tuhan. Aku kemudian menjauh dari teman-teman, menyendiri merenungkan kisah yang baru saja kudengar akan peristiwa tadi malam. Semakin dalam aku merenungkan semua itu justru perasaan takutku semakin kuat. Aku sebagaimana umumnya teman-teman seusiaku yang ada di desaku, belum mampu membaca Alquran dengan lancar. Di desaku, meskipun banyak yang rajin beribadah seperti sholat berjamaah, mengikuti pengajian, dan ritual keagamaannya yang lainnya, namun hampir semuanya belum mampu membaca Alquran dengan baik, termasuk guru ngajiku. Tentunya, terlebih lagi perihal wawasan keagamaan, sangatlah minim. Karena, kyai di desaku saja dalam melantunkan ayat-ayat suci Alquran kurang begitu memperhatikan tajwid dan makhorijul hurufnya.
Aku merenung cukup lama, hingga tanpa kusadari suara adzan dzuhur sudah berkumandang di mana-mana. Aku pun tersadar. Aku bergegas pulang guna persiapan berangkat ke masjid. Malam harinya, aku mencoba melanjutkan renunganku tadi pagi, dengan keadaanku yang baru saja menyelesaikan pendidikanku di sekolah dasar (SD). Setelah mempertimbangkan akan kenyataan di desaku dan peristiwa tadi malam, aku memutuskan agar melanjutkan sekolah menengah pertamanya di pesantren. Aku ingin sekolahku terus berlanjut sebagaimana masyarakat yang ada di sini, akan tetapi aku juga mengharapkan sekali untuk menguasai ilmu agama. Aku takut mengalami kematian seperti Mas Anton, anaknya H. Mardzuki tetanggaku itu.
Beberapa hari kemudian, aku pun menceritakan keinginanku ini pada ibuku. Beliau meneteskan air mata. Beliau terharu dengan alasan yang kusampaikan. Beliau mengusap kepalaku seraya mengangguk. Beliau mengizinkanku masuk ke pesantren. Seketika bibirku mengucap lirih,
"Alhamdulillah, Ya Allah!!!!"
Satu bulan menikmati masa liburku habis, aku bersama ibu pergi ke luar daerah, ke Jogjakarta. Aku bersama Ibu mencari-cari pesantren yang terdapat SMP-nya. Lalu, ibuku pun memutuskan memasukanku ke pesantren di Krapyak, Jogjakarta. Ibu mendaftarkaku di kantor pesantren tersebut. Setelah mengurusi pelbagai administrasi pesantren dan sekolahku, aku bersama ibuku di antar ke kamarku oleh seorang santri. Seharian Ibu menemaniku di pesantren. Sorenya Ibu pamit pulang. Ibu memeluk erat tubuhku seraya meneteskan air mata deras hingga menetes ke kepalaku. Ibu menciumi pipiku berkali-kali. Kini, Ibu harus tinggal sendirian di rumah, tiada yang menemani. Di pesantren, aku diajari ilmu agama, belajar bergaul dengan teman-teman dengan latar belakang dan suku yang berbeda-beda, dan belajar menghormati pemeluk agama yang lain sebagaimana mengikuti perintah Tuhan. Aku juga semakin tahu, bahwasanya agama menyuruh pemeluknya agar selalu menjaga kebersihan, kewajiban mencari ilmu, dan larangan bermalas-malasan.
Duabelas tahun di pesantren telah kulewati, dari SMP hingga perguruan tinggi jurusan kedokteran di UGM. Banyak keilmuan yang telah kuraih. Aku telah mampu menghafal Alquran, telah menguasai bahasa Arab dengan baik, telah banyak membaca kitab-kitab fikih dan ushulnya, hadis, tafsir, tasawuf, dan lainnya. Aku juga telah menguasai bahasa Inggris dan bahasa Prancis. Aku juga sangat bersyukur, aku telah meraih gelar kedokteran. Semua kudapatkan di pesantren yang menerapkan sistem belajar 24 jam. Aku sungguh sangat mensyukuri semua ini, melihat realitas teman-temanku saat di sekolah dasar yang hampir kesemuanya masih buta dengan pengetahuan agama, sehingga juga perlu dipertanyakan bagaimana perjalanan hidupnya. Semoga hidup dan matiku senantiasa dalam ridho-Nya.
"Ya, Allah!" Aku tersadar. Di depanku rupanya tergeletak seorang pemuda dengan keadaan yang mengenaskan, kecelakaan karena narkoba. Aku harus segera mengoperasinya....
Baca juga kisah tentang santri lainnya hanya disini..!!!

Ditulis Oleh : Den Bagoez Sigit Pamuji Ragile Kanjengdoso

Related Articles :
AL~KISAH
- Mukjizat-Mukjizat ALLAH SWT di Palestina
- KALAM ULAMA' |Syekh Yusri Rusydi
- Pelajarilah syamail (hal-hal yang terkandung pada diri)
- Keutamaan - Keutamaan Di Bulan Suci Ramadhan
- PESAN RASULLULAH SAW DI BULAN RAMADHAN
- Menyikapi Perbedaan Dalam Penentuan Awal Puasa Dan atau Hari Raya Idul Fitri
- Pemerintah Resmi Tetapkan 1 Ramadhan1435 H (29 Juni 2014) Ahad
- SIDANG ISBAT PENENTUAN AWAL ROMADHON 1435 H
- SOSOKNYA HAMPIR SAMA DENGAN SOSOK RASULULLAH SAW
- MENGUAK RAHASIA MUHAMMADIYAH
- PELAJARAN DARI KIAI MAHRUS, KIAI ALI MA’SHUM & SYAIKH HARIS AL MUHASIBI
- SEJARAH MASJID LIRBOYO
- SANTRI PERTAMA DAN PONDOK LAMA
- KISAH NABI ADAM AS
- KISAH NABI ISMAIL AS
- The Great Noah Ark (Perahu/Bahtera Nabi Nuh)
- Mukjizat Nabi Musa A.S
- Mukjizat Nabi Ibrahim A.S Dan Sejarah Nabi Ibrahim a.s.
- PERINGATAN HAUL AGUNG SUNAN AMPEL RADEN SAYYID AKHMAD RAHMATULLAH BIN IBRAHIM ASMOROQANDI KE-565
- SALAH SATU TANDA AKHIR ZAMAN
- WAFATNYA PARA ULAMA ADALAH MUSIBAH BAGI KAUM MUSLIMIN
- PEMBAHASAN SEKITAR MALAM NISFU SYABAN
- Kisah Hasan al-Bashri Melihat Orang Pacaran
- FAKTA MENGENAI SHOLAWAT
- Keutamaan Bulan Sya'ban
Gema Santri
- Download Full Album Langitan Terbaru Al Muqtashidah (BETAPA RINDUNYA)
- ೋ PURWOREJO BERSHOLAWAT UNTUK INDONESIA 15 MEI 2014 ೋ
- Download Full Album Kumpulan Sholawat Mayada Free Mp3 Cahaya Rasul 1-9
- Kumpulan Album Terbaru Volume 9-10 Sholawat Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf 2014 free download mp3
- Download Mp3 Free Full Album Sholawat Sulis dan Haddad Alwi Cinta Rasul Terlengkap
- Download Mp3 Free Full Album Sholawat Qasidah Modern Wafiq Azizah
- Azab buat perempuan yang tidak berhijab
- YA HABIBANA AL~HABIB SYECH BIN ABDUL QODIR ASSEGAF " SYI'IR PEMILU " 2014
- SYAIR AL I'TIROF ABU NAWAS (AL-HASAN BIN HANI' AL-HUKMI AD-DIMASYQI)
- VIDEO~VIDEO DOKUMENTASI MAJELIS SHOLAWAT AHBA'ABUL MUSTHOFA TERBARU BERSAMA HABIB SYECH BIN ABDUL QODIR ASSEGAF TERBARU 2014
- KUMPULAN MP3 TAUSIYAH HABIB TAUFIQ ASSEGAF (PASURUAN)
- DOKUMENTASI SUASANA MASJID AGUNG SURAKARTA KEMARIN MENJELANG MAULID AKBAR TAHUNAN 25 JANUARI 2014
- LIVE MAULID AKBAR AHBA'ABUL MUSTHOFA 25 JANUARI 2014 DI MASJID AGUNG SURAKARTA
- KUMPULAN DO~DOA SEHARI-HARI 2014 Terbaru
- Hari Giiiniiiii Belum Berjilbab ???? Cuapeeeee Deh,, ga buangeeet kaleeeee......!
- Kisah Santri Nakal,MbeLing Menjadi Wali
- SANTRI MIMPI DENGAN SEORANG WANITA
- DOWNLOAD SHOLAWAT CENG ZAM~ZAM FULL ALBUM 2014
- Koleksi H Muammar ZA Lengkap 2014 Full Tilawah Qur'an
- Pemuda adalah tiang utama kemajuan suatu Daerah ( Negara )
- SEKILAS INFO DARI PURWOREJO
- DOWNLOAD FULL ALBUM SHOLAWAT TERBARU AL MUQTASHIDAH LANGITAN LENGKAP HANYA DISINI
- KYAI HAJI WAHAB HASBULLAH
- KH Zaini Mun'im, Seorang Santri Mbah Hasyim